Posted by Admin DAC

74 TAHUN MEMBANGUN NEGERI

img

74 tahun kita telah merdeka. Kemerdekaan yang kita raih bukanlah pemberian secara cuma-cuma , akan tetapi hasil usaha dari para pejuang bangsa. Segenap harta, jiwa, & raga dikorbankan. Keringat dan air mata sudah pasti menetes juga. “Akankah itu hanya menjadi cerita ?” Mari panjatkan doa untuk para pejuang bangsa,dan  tak lupa teruskan semangat kemerdekaan yang telah membara hingga ke anak cucu kita. Karena merdeka bukanlah akhir dari perjuangan bangsa, melainkan awal untuk membangun negara.

Berjuang pada era digital, sudah pasti berbeda dengan berjuang pada era kolonial. Bukan dengan senjata, melainkan dengan aksi dan kerja nyata. Bukan dengan berperang, melainkan dengan strategi dagang. Bukan saling menginvasi, tapi saling berinovasi. Bukan dengan merampas, tapi dengan kerja keras.  

“Lalu, apa yang bisa kita lakukan ?” mungkin itu sebagian pertanyaan yang ada dipikiran pembaca yang budiman. SELAMAT ! anda sudah terbangun . Mari, berdiri bersama, merajut asa , guna membangun indonesia tercinta.

Kita telah masuk dalam kategori masyarakat industri. Mulailah dari bagian ini, tingkatkan produktivitas, jaga kualitas,  inovasi dalam pengembangan teknologi, pelatihan berkelanjutan, peningkatan kandungan lokal, serta pengolahan limbah sesuai aturan yang ada.

Kita tentu tidak ingin digantikan tenaga kerja asing yang mulai masuk ke indonesia karena mereka lebih produktif daripada bangsa kita sendiri. Jangan sampai kita hanya jadi penonton di negeri sendiri. Maka dari itu, mari kita tingkatkan produktivitas kita. Peningkatan produktivitas bisa dimulai dengan bekerja sesuai standar yang ada. Lakukan pekerjaan sesuai langkah kerja yang telah ditentukan. Ketika ada yang tidak sesuai lakukan segera perbaikan dan penyesuaian.

Ketika sudah jadi pemain di negeri sendiri tentu kita akan bersaing dengan bangsa lain yang ada di dunia ini. Disini, kualitas produk kita yang menetukan daya saing produk kita dengan produk bangsa lain.  Jaga kualitas produk kita, maka dari itu jangan kita menerima, membuat, ataupun mengirimkan barang yang tidak memenuhi standar kualitas. Jangan sampai bangsa sendiripun berasumsi bahwa produk lokal tidak lebih bagus dari produk luar negeri.  Jaga kualitas, dan katakan “Mari cintai produk-produk indonesia.”  (dibaca biasa saja, tidak usah mengikuti iklan produk elektronik tertentu).

Dukungan teknologi sangat berpengaruh terhadap hasil produksi. Langkah selanjutnya adalah menciptakan teknologi sendiri yang tepat guna. Tepat untuk memproduksi produk atau barang tertentu, yang paling tahu mesin seperti apa yang kita butuhkan adalah kita sendiri. Mari kurangi kebergantungan kita terhadap teknologi luar negeri, jika memang harus menggunakan teknologi dari luar negeri, pastikan transfer teknologinya harus bisa dipahami oleh orang-orang kita. Itu bertujuan supaya kita tidak bergantung pada teknisi luar negeri, jadi ketika ada masalah dengan mesin-mesin tersebut, dan jangan lupa kembangkan teknologi bangsa sendiri.

Apabila kita sudah bisa menguasai teknologi yang ada, maka orang-orang yang sudah paham sudah tentu wajib membagikan apa yang dikuasainya. Berikan pelatihan pada yang belum tahu, berikan kesempatan bagi yang ingin bisa. Tentunya ilmu akan berguna apabila kita bisa membagikan dan meneruskannya pada generasi selanjutnya bukan ? Lakukan pelatihan secara bertahap, dari tingkat dasar, menengah, hingga lanjutan. Jangan sampai kita simpan apa yang kita tahu seorang diri, bangsa ini juga membutuhkannya.

Sumber daya alam kita sangat berlimpah, dari Sabang sampai Merauke membentang hutan yang menyimpan berbagai tumbuhan dengan segala fungsinya  yang  bervariasi. Hasil pertanian kita mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri.  Perut bumi kita menyimpan aneka macam hasil tambang yang belum tentu bisa ditemukan di negara lain. Laut kita menyimpan macam-macam spesies ikan yang tidak bisa ditemukan di laut negara lain. Apa lagi yang perlu kita cari, ketika semua ada disini. Bumi pertiwi kita punya segalanya. Tidak perlu kita mengandalkan impor. Mari tingkatkan penggunaan bahan produksi dalam negeri. Selain menghemat biaya transportasi, itu juga akan memberikan efek berantai yang positif.

Ketika bumi pertiwi memberikan apa yang dimiliki, sudah sepantasnya kita menjaganya dengan tidak mencemari alam ini. Olah limbah produksi sebagaimana mestinya. Olah limbah cair agar bisa dipakai kembali denganmenggunakan  berbagai macam filtrasi. Jangan lupa proses kembali limbah padat dengan berbagai alat. Pastikan limbah udara tidak langsung dilepaskan begitu saja. Jangan sampai ketika tanah, air, dan udara sudah tercemari kita tidak bisa menikmati hasil dari bumi pertiwi lagi. Mari awasi pengolahan limbah untuk menjaga alam kita, karena alam kita lah yang akan menjaga anak cucu kita. Jika slogan zero accident sudah sering terdengar, mari sekarang kita serukan zero waste. Mengolah limbah bukanlah beban, melainkan proses sampingan produksi yang tentu bisa memberikan nilai lebih bagi dunia usaha yang mengolahnya.

Itu adalah sederet aksi yang bisa kita lakukan dalam membangun negeri. Negeri ini butuh orang yang peduli. Peduli dimulai dari diri sendiri, bukan dari orang lain. Negeri ini butuh orang seperti anda , orang yang mau berkarya. Mari sama-sama membangun negeri. Salam semangat 45 .

MERDEKA !

Oleh, ARIF INDRAWAN

DHARMA POLIPLAST, PLANT CIKARANG

2017.1503

Tagged with: