Posted by Admin DAC

Kekompakan dari Seluruh Aspek Haruslah Baik agar Menjadi Indonesia Unggul

img

Oleh : Purwani Wijayanti

 

              Walaupun sudah tidak pernah mengikuti upacara pengibaran sang Saka Merah Putih, namun ketika melihat siaran di televisi, begitu terasa aura yang sarat nasionalisme. Lagu kebangsaan Indonesia Raya yang mengiringi saat bendera dikerek sedikit demi sedikit menambah sakral suasana upacara. Ada perasaan yang menyelinap yaitu perasaan cinta pada sang Merah Putih.  Apalagi melihat para purnawirawan dan veteran yang turut serta dalam upacara kebangsaan tersebut. Seprtinya mereka begitu menghayati dan larut dalam upacara tahunan tersebut. Mereka terkenang saat perjuangan merebut kemerdekaan.

              Tugas kita dalam mengisi dan menjaga kemerdekaan  harus selalu ada mengingat perjuangan yang tidak mudah saat meraih kemerdekaan. Merebut kemerdekaan kala itu tidaklah mudah, namun mempertahankan dan mengisi kemerdekaan juga tidak semudah merebutnya. Dalam rangka turut serta memeriahkan hari kemerdekaan, banyak diisi dengan kegiatan positif. Dari lomba untuk perorangan sampai kelompok atau grup. Perbedaan yang kadang timbul, saat ada perlombaan yang mengharuskan kekompakan dengan tim yang solid, perbedaan itu menjadi sebuah kekuatan.

              Ikut merayakan hari kemerdekaan tidak serta merta harus mengikuti upacara pengibaran pada detik-detik proklamasi. Banyak cara yang dapat dilaksanakan untuk memperingati hari kemerdekaan negeri tercinta, Indonesia. 17 Agustus menjadi hari terpenting bagi bangsa Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan di atas penjajah. Bendera yang tak lupa sebagai simbol kenegaraan juga dikibarkan berserta pembacaan teks proklamasi.

             Bagaimana perbedaan menjadi sebuah kekuatan dan kesatuan akan dirasakan saat harus bekerja secara kelompok. Masing-masing harus bersinergi, membuang jauh egoisme, dan menomorsatukan kepentingan golongan demi terwujudnya cita-cita kelompok. Jadilah kesatuan yang kokoh walaupun dalam perbedaan. Menjadi satu dalam perbedaan menuju kemenangan dan menjadi juara. Bersatu tidak harus sama, justru perbedaan yang menjadi lebih berwarna dan menjadi kekuatan.

                 Dibutuhkan tekad, kesatuan, dan kerja keras dari seluruh  anggota tim agar mencapai hasil yang maksimal. Semua memberikan kontribusi yang positif untuk mencapai tujuan. Tanpa adanya kekuatan semua akan rapuh dan rawan, akhirnya mudah terkalahkan. Untuk menjadi unggul juga harus mempunyai sikap pantang menyerah seperti  jiwa para pejuang  yang patut ditiru. Segala upaya hendaknya dilakukan agar tercapai keunggulan, seperti tema hari kemerdekaan tahun ini “Menuju Indonesia Unggul”.

             “Menuju Indonesia Unggul” tidaklah serta merta terwujud begitu saja. Semua kalangan dan segala upaya hendaknya dilakukan oleh masyarakat Indonesia secara berkelanjutan hingga akhirnya cita-cita menjadi negara yang unggul terwujud. Kekompakan dari segala aspek dengan merubah perbedaan menjadi kekuatan akan menjadi sumbangsih “Menuju Indonesia Unggul”.

              Saling berlomba dan bersaing secara sehat untuk mewujudkan keunggulan masing-masing. Sikap semacam ini akan sangat menonjol saat peringatan hari kemerdekaan. Contohnya saja lomba panjat pinang yang tentu saja sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Bagaimana panjat pinang akan berhasil jika satu tim tidak akan kompak dan bersatu. Atau lomba bakiak, mereka harus melangkahkan kaki secara bersamaan. Masih banyak lomba yang lain yang memerlukan kekompakan dengan mengenyampingkan egoisme.

             Itu salah satu cara dalam mengisi dan mempertahankan kesatuan dan persatuan Indonesia tercinta agar tidak mudah terpecah belah.  Dari beranek ragam perlombaan di hari kemerdekaan akan terbiasa hidup damai dalam perbedaan. Kita Merah Putih, Kita Indonesia. Merah yang melambangkan keberanian dan putih  melambangkan kesucian, tidak sekadar warna.

              Merah putih juga seperti sudah mendarahdaging bagi masyarakat Indonesia. Warna merah putih sering digunakan untuk sesuatu simbol. Misalnya di Jawa ada tradsi selamatan dengan menggunakan bubur merah putih. Bubur nasi yang ditaburi gula merah di atasnya sehingga menjadi bubur abang putih atau merah putih. Ada juga gula aren dan nasi. Gula dan nasi menjadi hal penting dalam masakan di Indonesia. Nasi merupakan makanan pokok dan gula sebagai pemanis masakan khas Indonesia. Bahkan menurut kutipan Bapak Proklamator Indonesia, Bapak Ir Soekarno menegaskan "Warna-warna itu tidak begitu saja diputuskan untuk Revolusi. Warna-warna itu berasal dari awal penciptaan manusia. Darah seorang wanita berwarna merah. Sperma seorang laki-laki putih. Matahari berwarna merah. Bulan berwarna putih".

          Itulah sekelumit makna merah putih pada bendera kita tercinta. Para pejuang tidak hanya sekadar memilih warna tetapi mengkaji makna dari kedua warna tersebut baru menentukannya karena merupakan simbol kemenangan yang diraihnya.

             Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi peringatan yang penting untuk diadakan guna mengingatkan masyarakatnya tentang perjuangan para pahlawan dalam mendapatkan kedaulatan. Dengan begitu, masyarakat juga akan terus menumbuhkan rasa semangat yang tinggi untuk tetap menjaga kemerdekaan Indonesia sampai kapan pun agar Negara Indonesia tetap utuh, sebagai rasa menghormati terhadap jasa para pahlawan, hingga menunjukkan jati diri bangsa “Menuju Indonesia Unggul”.

             Indonesia kini memang sudah merdeka tapi perjuangan akan terus berlanjut, selama kita masih menjadi warga negara Indonesia. Yuk, kita isi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang bermanfaat dan memajukan tanah air kita tercinta secara bersama-sama dan bersinergi dalam kondisi dan situasi apa pun. Ingat, perjuangan menuju kemerdekaan tidak datang dalam semalam maupun sekejap. Selamat ulang tahun ke-74 Republik Indonesia tercinta. Semoga cita-cita “Menuju Indonesia Unggul” akan menjadi nyata di depan mata. Kita Merah Putih Kita Indonesia.Merdeka!!