Posted by Admin DAC

74 TAHUN, APA KITA BENAR-BENAR SUDAH MERDEKA?

img

By Khoirunnisa DCI

 

KILAS BALIK KEMERDEKAAN

INDONESIA SAAT INI

HARAPAN UNTUK INDONESIA

Menilik kilas balik penjajahan dimasa lampau, tentunya membuat hati menjadi miris. Keringat, air mata dan darah menjadi saksi bisu perjuangan para tokoh pahlawan kala itu. Perjuangan dalam mengusir penjajah, perjuangan dalam memperebutkan kemerdekaan bumi pertiwi.

Kala itu, banyak anak-anak yang harus berpisah dengan orang tua. Banyak sekali jiwa yang hilang. Karena saat seseorang pergi berjuang, kecil harapan mereka untuk kembali. Kesengsaraan terjadi dimana-mana. Kelaparan, kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan bahkan penganiayaan sudah menjadi hal biasa. Umbi-umbian dan sayur - sayuranlah yang menjadi santapan sehari-hari rakyat. Tiwul dan nasi jagung bukanlah hal yang aneh bagi rakyat. Soal pakaian, karung beraslah yang tersisa dibadan. Pakaian yang dimiliki hanya satu dua helai, apabila satu dipakai maka yang lainnya dijemur. Kebodohan terjadi hampir merata, sangat banyak rakyat yang buta huruf, yang dalam keadaan tersebut membuat rakyat semakin menderita. Anak-anak pun tumbuh tanpa pendidikan.

Bagaimana sekarang? Apakah kita benar-benar sudah merdeka?

Tujuh Puluh Empat (74) tahun sudah Indonesia merdeka. Ya, kita lahir dalam udara kemerdekaan. Tumbuh dan berkembang dalam garis pendidikan. Kesejahteraan dan kemerdekaan sudah kita rasakan. Bahkan, sebagian dari kita sudah menggunakan segala sesuatu yang canggih, mulai dari listrik, televisi, handphone, fasilitas internet dan masih banyak lainnya. Dengan kesejahteraan dan kemerdekaan yang kita punya, harusnya kita bisa menjaga apa yang sudah diperjuangkan. Menjadi penyokong Negara untuk berkembang dan menjadi lebih besar dari saat ini. Melindungi kekayaan alam. Menjaga asset Bangsa. Menciptakan persatuan dan kesatuan Bangsa. Bukan sebaliknya. Kita mampu dan kita bisa mewujudkannya. Satu kuncinya, kejujuran. Cerdas, pandai, pekerja keras tidak akan ada arti jika tidak memiliki kejujuran dalam diri. Pendidikan umum, memang tidak mengajarkan arti kejujuran. Karena kejujuran hanya dimiliki oleh orang-orang yang hatinya bersih, dan hati yang bersih hanya dimiliki oleh orang-orang yang takut kepada Tuhan-Nya. Tapi dengan kejujuran kita bisa mewujudkan segalanya. Jujur terhadap diri sendiri, terhadap Tuhan, terhadap Bangsa dan Negara. Jujur untuk mengabdikan diri, bahwa apapun yang dikerjakan segalanya hanya untuk kebaikan Bangsa, kesejahteraan Bangsa, kemajuan Bangsa. Bukan untuk kesejahteraan dan kemajuan diri sendiri. Karena Bangsa yang besar adalah Bangsa yang jujur. Dari situlah tidak akan ada lagi yang namanya suap, korupsi, penggelapan, perampasan yang bukan hak milik pribadi.

Maka, Ayo. Tunjukan bahwa kita adalah putera puteri Bangsa yang jujur, yang akan ikut memperjuangkan Bangsa dan Negara hingga titik darah terakhir. Dirgahayu Indonesia ku.