Posted by VWA

PT. Dharma Electrindo Mfg Sabet Prestasi di Ajang Supplier Innovation Convention Astra Honda Motor 2018

img

Tahun 2017 dalam event Supplier Innovation Convention Astra Honda Motor, PT. Dharma Electrindo Mfg berhasil raih prestasi. Dan di tahun 2018 ini, PT. Dharma ELectrindo kembali menorehkan prestasi kembali. Kamis, 19 September 2018 menjadi moment bersejarah bagi Dharma Group, secara khusus bagi subco PT. Dharma Electrindo Mfg. Menjadi moment bersejarah karena telah berhasil raih juara II di ajang bergengsi Supplier Inovation Convention Astra Honda Motor (SIC AHM). Gelaran Kompetisi SIC AHM 2018 merupakan kegiatan tahunan yang ditujukan kepada seluruh supplier AHM sebagai wujud apresiasi terhadap improvement dan inovasi yang telah dibuat.

Antusiasme para supplier AHM tampak dari jumlah risalah yang terkumpul untuk dikompetisikan, sebanyak 278 risalah. Sementara, PT. Dharma Electrindo Mfg mengirimkan sejumlah empat risalah yang siap dikompetisikan dengan supplier AHM lain. Empat risalah tersebut terdiri dari, 2 QCC (Quality Control Circle) dan 2 SS (Suggestion System).

Terdapat tiga tahapan penilaian dalam proses penjurian SIC AHM, yaitu tahap paper selection, tahap pra convention, dan tahap convention. Dari keempat risalah yang diajukan, PT. Dharma Electrindo Mfg berhasil lolos 2 SS yang masuk sampai tahap convention. SS pertama dibuat oleh saudara Fakhri Wahid Mutaqim dengan judul Mempercepat Leadtime informasi Performance Produksi dan SS kedua dibuat oleh saudara Firmansyah dengan judul Mempercepat Dandory di Line K.41.

Kompetisi yang digelar di PT. Astra Honda Motor Plant Sunter, Jakarta Utara berlangsung meriah. Seluruh peserta mempresentasikan hasil improvementnya dengan antusias. Di tahap convention ini, kedua karyawan PT. Dharma Electrindo Mfg berkompetisi bersama 18 peserta. Hingga diperoleh hasil dari kompetisi SIC AHM periode tahun 2018,  PT. Dharma Electrindo Mfg berhasil meraih juara II dalam kategori SS yang dimenangkan oleh saudara Firmansyah dengan judul Mempercepat Dandory di Line K.41.

“Dalam berimprovement terkadang karyawan berhenti melanjutkan proses pembuatan risalah, padahal ide-idenya bagus. Menurut saya, setiap improvement yang dilaksanakan harus dibarengi dengan tekad, komitmen, dan kemauan untuk terus belajar. Gak cukup hanya dengan ide bagus saja” ungkap Dasep Solehudin selaku pembimbing Improvement. (vwa)